
Hanoi – Salah satu destinasi wisata paling ikonik di Vietnam, kafe pinggir rel kereta di Hanoi atau yang dikenal dengan Hanoi Train Street, terancam hanya tinggal nama. Pemerintah setempat dikabarkan akan memperketat hingga menutup total aktivitas wisata di kawasan tersebut demi alasan keselamatan publik.
Kawasan kafe pinggir rel ini selama bertahun-tahun menjadi magnet wisatawan mancanegara. Para pengunjung rela berdesakan di gang sempit untuk menikmati kopi sambil menunggu kereta melintas hanya beberapa sentimeter dari meja kafe. Momen tersebut kerap diabadikan dan viral di media sosial, menjadikan Hanoi Train Street sebagai salah satu spot paling populer di Asia Tenggara.
Namun, popularitas yang meningkat justru memunculkan kekhawatiran serius. Otoritas Hanoi menilai aktivitas wisata di jalur rel aktif tersebut berisiko tinggi dan berpotensi memicu kecelakaan fatal. Dalam beberapa bulan terakhir, aparat keamanan terlihat semakin sering melakukan razia dan membatasi akses wisatawan ke area tersebut.
Menurut laporan media lokal, pemerintah kota Hanoi tengah mengkaji penutupan permanen kafe-kafe yang berdiri di sepanjang rel. Langkah ini diambil menyusul banyaknya pelanggaran keselamatan, termasuk wisatawan yang nekat berdiri terlalu dekat dengan rel saat kereta melintas.
Penutupan permanen kafe-kafe yang berdiri di sepanjang rel
“Keselamatan warga dan wisatawan adalah prioritas utama. Jalur kereta bukan area wisata,” ujar salah satu pejabat setempat dalam pernyataan resminya. Pemerintah juga menegaskan bahwa rel kereta tersebut masih aktif digunakan untuk transportasi antarkota.
Kabar ini langsung memicu reaksi beragam. Para pemilik kafe mengaku terpukul karena kawasan tersebut menjadi sumber penghidupan utama mereka. Sejak pembatasan diberlakukan, jumlah pengunjung menurun drastis dan pendapatan ikut merosot.
Di sisi lain, sebagian warga lokal mendukung langkah pemerintah. Mereka menilai keramaian wisatawan selama ini telah mengganggu aktivitas sehari-hari dan meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi anak-anak yang tinggal di sekitar jalur rel.
Bagi wisatawan, potensi penutupan ini menjadi pukulan tersendiri. Banyak pelancong yang menjadikan Hanoi Train Street sebagai agenda wajib saat berkunjung ke Vietnam. Tak sedikit pula yang menyebut spot ini sebagai simbol unik perpaduan kehidupan urban dan pariwisata ekstrem.
Meski belum ada tanggal resmi penutupan total, sejumlah pengamat pariwisata menilai era kafe pinggir rel di Hanoi sudah mendekati akhir. Pemerintah diperkirakan akan mengalihkan fokus pengembangan wisata ke lokasi yang lebih aman dan ramah pengunjung.
Sementara itu, wisatawan yang saat ini berada di Hanoi diimbau untuk mematuhi aturan dan tidak memaksakan diri masuk ke area terlarang. Aparat keamanan juga meningkatkan pengawasan untuk mencegah pelanggaran.
Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, Hanoi Train Street kemungkinan besar hanya akan dikenang lewat foto dan video lama. Spot wisata legendaris tersebut pun terancam tinggal nama, menandai berakhirnya salah satu ikon pariwisata paling ekstrem di Vietnam.