Curhatan Turis‑turis yang Terdampar di Dubai
DUBAI, UEA — Keindahan kota futuristik Dubai berubah menjadi pengalaman yang tidak terduga dan menegangkan bagi ribuan wisatawan. Ratusan penerbangan dibatalkan dan wilayah udara ditutup akibat eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. Membuat banyak turis terdampar di salah satu pusat transit penerbangan terbesar di dunia.
💬 Rasa Takut dan Ketidakpastian
Beberapa turis membagikan cerita mereka tentang bagaimana liburan berubah menjadi pengalaman mencekam:
-
Pasangan lansia asal Inggris, Alison (71) dan Gul Woodward (70), awalnya datang untuk liburan dan ulang tahun suaminya. Mereka kaget saat melihat rudal dan drone melintas di atas kota dan mendengar ledakan, yang membuat mereka gemetar dan harus berlindung di lobi hotel selama berjam‑jam.
-
Sepasang dokter dari California yang membawa anak kecil (5 tahun) mengaku ketakutan saat suara ledakan menggema dan rudal terlihat dekat hotel tempat mereka menginap.
-
Martin dan istrinya, turis asal Irlandia, yang sedang dalam perjalanan bulan madu dan transit di Dubai, harus menghadapi jam‑jam panjang di bandara tanpa informasi yang jelas tentang jadwal keberangkatan mereka berikutnya. Mereka menggambarkan suasana bandara yang kacau dan cemas menunggu penerbangan mereka diteruskan.
🛫 Ribuan Turis Tersangkut di Bandara
Lebih dari 20.000 wisatawan dan penumpang transit terpaksa menunda kepulangan mereka setelah penutupan wilayah udara di UEA dan negara‑negara tetangga. Banyak yang tidak tahu kapan penerbangan mereka akan dilanjutkan atau mendapat informasi resmi yang jelas.
Beberapa turis asing bahkan mengaku harus menunggu berjam‑jam di terminal karena maskapai belum memberikan jadwal ulang penerbangan secara efektif.
🏨 Pemerintah dan Warga Setempat Turun Tangan
Dalam situasi darurat ini, pemerintah UEA mengambil langkah untuk menanggung biaya akomodasi dan makanan para turis yang terdampar sampai penerbangan mereka dapat disusun ulang. Semua hotel di Dubai dan Abu Dhabi diperintahkan untuk menampung tamu mereka tanpa harus check‑out sampai ada kepastian kepulangan.
Tak hanya itu, beberapa perusahaan properti lokal dan komunitas tuan rumah juga membuka rumah masing‑masing secara sukarela untuk membantu turis yang membutuhkan tempat berteduh sementara.
💰 Tantangan dan Pengeluaran Tak Terduga
Namun kenyataan di lapangan tidak selalu semulus rencana:
-
Beberapa turis melaporkan hotel yang meminta biaya tambahan, bahkan ketika mereka menunjukkan bukti kebijakan pemerintah.
-
Ada juga yang harus mempertimbangkan cara alternatif untuk pulang, termasuk biaya charter privat yang mencapai puluhan ribu dolar karena rute penerbangan komersial tidak tersedia.
✈️ Harapan Untuk Pulang
Seiring dengan beberapa negara yang mulai menjalankan penerbangan repatriasi dan pembatasan sedikit dilonggarkan, sejumlah turis mulai mendapatkan kesempatan pulang. Namun banyak yang masih harus menghadapi ketidakpastian jadwal dan harapan yang terus tertunda.
Kesimpulan: Liburan dan transit yang awalnya dinanti berubah menjadi pengalaman penuh ketidakpastian bagi turis di Dubai. Dari rasa takut mendengar ledakan hingga terjebak berhari‑hari di bandara tanpa kepastian jadwal penerbangan, banyak wisatawan kini berharap bisa kembali ke rumah mereka secepat mungkin.
