Bakar Kim Coa, Umat Tridharma Gelar Sembahyang Thian

Spread the love
Rate this post

Umat Tridharma di Gorontalo melaksanakan ritual sembahyang Thian dengan khidmat dan penuh penghayatan. Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tulus Harapan Kita, Kota Gorontalo. Ritual ini berlangsung sejak Rabu pagi hingga pagi hari berikutnya sebagai bagian dari tradisi tahunan yang dijalankan berdasarkan penanggalan Lunar Imlek.

Ritual Sembahyang Thian dan Maknanya

Sembahyang Thian merupakan tradisi keagamaan penting bagi penganut Tridharma, yang mencakup unsur ajaran Konghucu, Buddha, dan Taoisme. Ritual biasanya dilaksanakan pada hari kedelapan malam hingga hari kesembilan pagi bulan pertama Imlek. Sebagai ungkapan rasa syukur dan penghormatan kepada Tuhan atas bimbingan, perlindungan, dan pertolongan yang telah diberikan sepanjang tahun.

Selama upacara, umat bergiliran memasuki area sembahyang dengan membawa perlengkapan ibadah. Salah satu bagian paling mencolok dari ritual ini adalah pembakaran kim coa — kertas simbolik yang mirip uang — yang dibakar sebagai tanda penghormatan dan doa. Asap dari kim coa mengepul di sekitar tempat ibadah, melambangkan penghubung antara doa umat dan Tuhan.

Tradisi Turun‑temurun dan Kebersamaan

Ritual yang dijalankan umat Tridharma ini tidak hanya sekadar kewajiban spiritual, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan di antara komunitas. Momen sembahyang Thian dipandang sebagai waktu refleksi, terima kasih, serta harapan baik demi masa depan yang lebih berkah dan sejahtera.

Tradisi semacam ini menunjukkan keberagaman praktik keagamaan di Indonesia dan bagaimana tiap komunitas menjaga warisan budaya mereka secara turun‑temurun. Umat Tridharma di Gorontalo tetap melaksanakan sembahyang Thian sebagai bagian dari identitas budaya dan keyakinan mereka, sekaligus memperkuat nilai komunitas serta tradisi spiritual yang telah lama ada.

Dengan berlangsungnya ritual ini, umat Tridharma di Gorontalo tidak hanya menjalankan ibadah, tetapi juga merayakan kekayaan tradisi budaya yang sarat makna religius, menjaga nilai kekeluargaan, dan meneguhkan rasa syukur di awal tahun Imlek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *