7 Fakta Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur
Perayaan Waisak di Borobudur Selalu Jadi Sorotan
Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur selalu menjadi perhatian masyarakat, baik dari dalam maupun luar negeri. Ribuan umat Buddha berkumpul untuk mengikuti rangkaian ibadah yang berlangsung khidmat di kompleks candi terbesar di dunia tersebut.
Selain menjadi momen spiritual penting, perayaan Waisak di Borobudur juga dikenal memiliki tradisi unik dan sarat makna. Berikut tujuh fakta menarik tentang perayaan Tri Suci Waisak di Candi Borobudur.
1. Memperingati Tiga Peristiwa Suci Buddha
Hari Raya Waisak memperingati tiga peristiwa penting dalam kehidupan Siddhartha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha, pencapaian kesempurnaan menjadi Buddha, dan wafatnya Buddha Gautama atau Parinibbana.
Karena itu, perayaan ini disebut sebagai Tri Suci Waisak.
2. Dipusatkan di Candi Borobudur
Candi Borobudur menjadi pusat perayaan Waisak nasional di Indonesia. Lokasi ini dipilih karena Borobudur merupakan salah satu situs Buddha terbesar dan paling bersejarah di dunia.
Suasana megah candi membuat prosesi ibadah terasa lebih sakral dan penuh makna spiritual.
3. Diawali Ritual di Candi Mendut
Sebelum menuju Borobudur, umat Buddha biasanya memulai rangkaian ritual di Candi Mendut. Di tempat ini dilakukan doa dan pengambilan api serta air suci yang menjadi simbol kehidupan dan pencerahan.
Setelah itu, peserta berjalan kaki menuju Borobudur dalam prosesi yang dikenal sebagai kirab Waisak.
4. Ada Pelepasan Lampion
Salah satu momen paling dinanti dalam perayaan Waisak di Borobudur adalah pelepasan lampion ke langit malam. Ribuan lampion diterbangkan sebagai simbol harapan, perdamaian, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.
Tradisi ini juga menjadi daya tarik wisata yang memikat banyak pengunjung.
5. Dihadiri Umat Buddha dari Berbagai Negara
Perayaan Waisak di Borobudur tidak hanya diikuti umat Buddha dari Indonesia, tetapi juga dari berbagai negara seperti Thailand, Myanmar, Sri Lanka, hingga Jepang.
Momen ini menjadi simbol persaudaraan dan perdamaian antarumat Buddha dunia.
6. Memiliki Detik-Detik Waisak
Dalam perayaan Waisak terdapat momen penting yang disebut detik-detik Waisak. Pada waktu tertentu sesuai perhitungan astronomi, umat Buddha melakukan meditasi dan doa bersama secara hening.
Momen tersebut dipercaya sebagai waktu paling sakral dalam rangkaian perayaan Waisak.
7. Jadi Daya Tarik Wisata Spiritual
Selain kegiatan keagamaan, Waisak di Borobudur juga menjadi wisata spiritual yang menarik perhatian wisatawan domestik maupun mancanegara.
Banyak pengunjung datang untuk menyaksikan prosesi budaya, suasana religius, hingga keindahan lampion yang menghiasi langit malam di sekitar Borobudur.
Simbol Perdamaian dan Toleransi
Perayaan Tri Suci Waisak di Borobudur tidak hanya menjadi perayaan umat Buddha, tetapi juga simbol toleransi dan kerukunan di Indonesia. Kehadiran ribuan orang dari berbagai latar belakang menunjukkan semangat perdamaian yang terus dijaga dalam tradisi tersebut.